Dulu Takut Matematika, Sekarang Zahra Jadi Suka!

Zahra, siswi kelas 7 di SMP 11 Tulang Bawang Tengah, dulunya selalu merasa kesulitan belajar Matematika. Walaupun dikenal sebagai anak yang rajin, Zahra kerap mendapat nilai rendah untuk pelajaran yang penuh rumus ini. Baginya, Matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan. Jika soal berbeda dari contoh, ia langsung bingung dan menyerah. Ia juga sulit menghafal rumus dan memahami cara penggunaannya. Di rumah, Zahra jarang mengulang pelajaran, sehingga makin sulit baginya untuk memahami pelajaran tersebut.

Namun semuanya mulai berubah sejak Zahra bergabung dalam sanggar belajar anak School of Life (SOL) GITJ Candra Kencana. Di sana, ia mengikuti kelas Spiritualitas dan Karakter dengan tema “Pribadi yang Bertanggung Jawab”. Ia mulai menyadari pentingnya mengembangkan diri, bahkan terhadap pelajaran yang awalnya ia takuti. Zahra pun bertekad untuk tidak menyerah dan mulai belajar Matematika dengan semangat baru.

Bersama tutor SOL, Zahra diajarkan cara belajar Matematika yang menyenangkan dan mudah dipahami. Salah satunya dengan bermain sambil belajar serta menghafal rumus-rumus dengan cara yang kreatif. Zahra mulai terbiasa mengerjakan soal-soal Matematika secara berulang, baik di rumah maupun di sekolah. Lambat laun, pelajaran yang dulu menakutkan itu berubah menjadi menyenangkan. Ia semakin percaya diri dan mulai menyukai Matematika.

Setelah hampir dua tahun mengikuti sanggar belajar SOL, Zahra mengalami banyak kemajuan. Nilai Matematika yang dulu rendah kini meningkat. Di kelas 6 SD, Zahra berada di peringkat 5, dan sekarang di SMP kelas 7, ia naik ke peringkat 3. Sebuah pencapaian yang membanggakan bagi Zahra dan keluarganya.

Sang ibu, Ibu Eka Widi Astuti, mengatakan bahwa Zahra dulunya pendiam dan kurang percaya diri karena merasa kesulitan dalam Matematika. Tapi sejak ikut bimbingan belajar SOL, Zahra berubah. Ia lebih percaya diri, aktif, dan bahkan suka mengajari teman dan adiknya. “Sekarang Zahra bisa mengerjakan soal sendiri dan nilainya bagus. Kami sangat bersyukur,” ungkap sang ibu.

Vestania Theresia, tutor Zahra di SOL, juga menyaksikan perubahan besar dalam diri Zahra. “Awalnya Zahra lambat memahami pelajaran, tapi dia tidak pernah menyerah. Sekarang, Zahra sudah bisa mengerjakan soal sendiri dan semakin semangat belajar,” katanya.

Zahra telah membuktikan bahwa dengan semangat, ketekunan, dan dukungan yang tepat, pelajaran yang paling ditakuti pun bisa menjadi pelajaran yang paling disukai.

Share berita baik ini yuk!