Seminggu telah berlalu, namun ingatan warga Bekasi saat Banjir menenggelamkan rumah mereka masih teringat jelas. Seperti Esau (10 tahun), salah satu anak kelas 4 SD yang masih mengingat dengan jelas bagaimana hujan deras turun tanpa henti, air mulai naik perlahan hingga akhirnya menelan seluruh rumahnya.
Disaat manusia lain masih terlelap dalam tidur, Esau dan keluarganya pergi mengungsi sebelum air tersebut menjebak mereka. Saat air perlahan surut, ia bisa melihat dalam ketakutan saat kulkas di rumahnya terbalik, buku-bukunya basah, dan alat sekolahnya rusak. Namun, yang paling mengerikan adalah saat ia melihat seekor ular melata di sekitar kompleknya. Ketakutan itu begitu nyata, membuatnya berharap agar banjir segera berlalu.
Seminggu berlalu, air memang telah surut, tetapi trauma itu masih ada di dalam diri Esau. Setiap kali hujan turun, ia kembali teringat kejadian itu. Malam menjadi waktu yang paling menakutkan baginya. Puing-puing rumah yang tersisa seakan menjadi pengingat bahwa segalanya telah berubah.
Baca Juga : Perhatikan Hal Ini Saat Memberikan Dukungan Psikologis Korban Bencana!
Di tengah kesedihannya, secercah harapan pun datang. Obor Berkat Indonesia, bekerja sama dengan tim Superbook, mengadakan kegiatan psikososial pada 11 Maret 2025 untuk anak-anak yang terdampak banjir.

Ia mulai mewarnai gambar bersama teman-teman, tertawa saat bermain games, dan menonton drama boneka di panggung. Senyum yang sempat hilang kembali terukir. Rasa takutnya perlahan digantikan dengan kebahagiaan.
Bagi mereka kegiatan ini bukan sekadar bermain bersama. Ini adalah langkah awal untuk kembali menemukan keberanian, untuk percaya bahwa setelah badai, selalu ada pelangi. Kami berharap, seperti Esau yang telah menemukan senyumnya kembali, setiap anak yang terdampak bencana bisa mendapatkan kekuatan untuk bangkit.
Obor Berkat Indonesia akan terus hadir bagi mereka, memberikan dukungan, harapan, dan keyakinan bahwa masa depan masih penuh dengan kemungkinan indah.
© Copyright 2024
Obor Berkat