Mendongkrak Perekonomian Keluarga Lewat Usaha Telur Asin

Mendongkrak Perekonomian Keluarga Lewat Usaha Telur Asin

Ibu Eliyati, seorang ibu rumah tangga berusia 34 tahun dari Sidoarjo, Jawa Timur, kini tengah berusaha membangun usaha telur asin untuk mendongkrak perekonomian keluarganya. Suaminya bekerja sebagai buruh bangunan lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Jika ada proyek, ia bekerja, tetapi jika tidak ada, maka tidak ada pemasukan sama sekali. Padahal masih ada dua anak yang masih sekolah dan harus dipenuhi kebutuhannya.

Melihat kondisi Ibu Elyati, Obor Berkat Indonesia menolong keluarga ini dengan memberikan bantuan modal usaha melalui program Hunger Relief. Bantuan yang diberikan berupa 500 butir telur bebek sebagai bahan baku untuk satu siklus produksi. Selain itu, Ibu Eliyati juga mendapatkan bahan tambahan seperti garam, bata merah, serta sebuah oven untuk mencoba varian telur asin panggang yang masih jarang dijual di daerahnya.

Penerima manfaat yang mendapatkan bantuan modal usaha tetap mendapatkan pendampingan dari Obor Berkat Indonesia. Seperti Ibu Eliyati yang didampingi oleh tim lapangan OBI untuk belajar membuat telur asin dengan pelatih berpengalaman dari kota terdekat yang bersedia berbagi ilmu tentang produksi dan pemasaran telur asin.

Setelah memproses telur asin pertamanya, Ibu Eliyati harus menunggu 10 hari agar telur siap dijual. Dalam proses produksi ini, ada beberapa telur yang gagal, disebabkan oleh:

  • 3 butir pecah saat pencucian awal.
  • 9 butir pecah saat pencucian setelah proses pengasinan.
  • 4 butir gagal saat proses perebusan.

Dari 500 butir telur, 484 butir berhasil diproduksi dan siap dipasarkan.

Mulai Berjualan dan Membangun Pasar

Ketika telur asin pertama sudah siap, Ibu Eliyati merasa sedikit ragu apakah bisa menjual semuanya. OBI juga dapat membantu untuk memasarkan telur dan telah terjual 170 butir telur. Di antaranya terdapat 120 butir telur yang berhasil dijual ke luar daerah dan dikirim melalui pengiriman logistik. Keberhasilan ini semakin memotivasi Ibu Eliyati untuk memasarkan telur asin buatannya ke luar kota.

Saat ini, Ibu Eliyati masih terus belajar untuk mengembangkan usahanya, termasuk mengeksplorasi varian baru seperti telur asin panggang. Meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi, Ibu Eliyati tidak menyerah. Dengan bimbingan dan dukungan dari tim lapangan OBI serta komunitas, ia semakin yakin bahwa usaha telur asinnya dapat berkembang dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya.

Share berita baik ini yuk!