Di usia 68 tahun, Sontje berharap untuk mempunyai rumah miliknya sendiri. Sementara itu penghasilannya sangat terbatas, karena ia bekerja sebagai buruh tani di Makalelon, Kabupaten Minahasa. Sehingga ia harus bekerja lebih keras untuk memiliki lahan dan rumah miliknya sendiri.
Selama ini Bapak Sontje dan istrinya harus menumpang di rumah anak mereka yang telah menikah dan memiliki dua anak. Namun rumah tersebut tidak cukup untuk menampung Bapak Sontje beserta keluarga anaknya. Sehingga anaknya mengalah, memilih pindah ke rumah kerabat agar orang tuanya bisa tinggal dengan lebih layak.
Sebenarnya kondisi ini membuat Bapak Sontje merasa bersalah. Ia ingin mandiri, akan tetapi dengan usianya yang semakin bertambah, Bapak Sontje semakin sulit mendapatkan panggilan jasa buruh. Sedangkan ia tidak punya lahan untuk bertani sendiri.
Sampai sebuah harapan mulai muncul ketika Obor Berkat Indonesia melalui GSJA Makalelon membuka kesempatan bagi para petani untuk menanam nilam.
Baca Juga : Sukses Bertani Nilam, Financial Petani Makalelon Mulai Bertumbuh
Pada awalnya, kelompok petani di komunitas ini fokus pada pertanian cabai lewat bantuan modal usaha pertanian yang OBI berikan. Namun setelah melihat peluang yang lebih tinggi pada tanaman Nilam, mereka pun beralih.
Saat salah satu anggota kelompok mengundurkan diri dari pertanian Nilam dan memilih untuk tetap bertani cabai. Pemimpin gereja yang mendampingi kelompok pertanian ini melihat semangat Bapak Sontje dalam bertani. Kemudian memberinya kesempatan untuk ikut bergabung dengan kelompok Tani.
Bapak Sontje saat itu sangat bersyukur, sebab ia melihat sebuah harapan untuk kehidupannya dan istrinya di masa depan.
Bapak Sontje bekerja keras bersama kelompoknya dalam mengelola pertanian Nilam tersebut. Hingga bisa mendapatkan hasil yang luar biasa.
Sampai akhir bulan Desember mereka berhasil menjual lebih dari 80.000 bibit nilam, dengan penghasilan per orangnya 8,5 Juta Rupiah. Kemudian ia dan kelompoknya juga membuka jasa untuk penggarapan lahan pertanian Nilam yang diberi upah 3 Jt untuk 30.000 bibit. Dari keuntungan tersebut, Bapak Sontje memperoleh Rp12.000.000.

Dengan penghasilan yang ia terima, serta bantuan bahan bangunan dari pemerintah, ia mulai membangun rumah kecilnya sendiri. Saat ini rumah tersebut telah 80% dikerjakan. Bapak Sontje dan istrinya sangat bersyukur atas apa yang telah ia peroleh. Akhirnya di masa tuanya, ia dan istri akan punya rumah miliki mereka sendiri.
Tanpa sadar apa yang telah Anda tabur melalui OBI menjadi berkat bagi kehidupan orang lain, seperti Bapak Sontje di masa depan. Terima kasih telah berpartisipasi dalam menolong orang lain, mari terus bekerja sama dengan OBI untuk memberikan kehidupan yang layak bagi banyak keluarga renta.
© Copyright 2024
Obor Berkat