Sebagian besar warga komunitas Airkom di desa Naibonat, Kupang Timur – NTT menggantungkan hidup mereka pada hasil pertanian. Namun hasil pertanian tidak maksimal saat kondisi air mulai langka di musim kemarau panjang di NTT. Sementara itu modal untuk mengelola pertanian sangat terbatas.
Beberapa keluarga yang mengalami ini adalah Ibu Yane Angreyane Lake (55) dan Ibu Arance Aotpah (44), kedua ibu tunggal yang berjuang untuk menghidupi keluarga mereka masing-masing dengan menjual sayur di depan rumah dan berkeliling kampung. Penghasilan yang mereka peroleh hanya sekitar Rp 300.000 per bulan.
Kemudian Bapak Petrus Ndaumanu (43) dan Bapak Kristofel Manafe (59) masing-masing hanya memperoleh sekitar Rp 500.000 dari hasil panen jagung dan sayur.
Kondisi keluarga mereka hidup dalam keterbatasan. Mereka dan anak-anak mereka sering kekurangan makanan bergizi dan hanya mampu mengonsumsi nasi dan sayur seadanya. Saat beras langka, agar tidak kelaparan mereka terpaksa mengganti nasi dengan jagung. Di mana jagung tersebut merupakan pakan ternak yang direbus lama agar bisa dimakan. Rumah mereka pun sederhana, bahkan sebagian besar tidak memiliki fasilitas sanitasi atau toilet yang layak digunakan.
Melihat kondisi ini, OBI ingin menolong keempat keluarga ini dengan memberikan bantuan modal usaha pertanian. Bantuan tersebut berupa bibit, pupuk, pestisida, dan alat pertanian untuk meningkatkan hasil panen mereka. Selain itu, OBI akan menyediakan pompa air, pipa, dan sprayer untuk membantu irigasi sawah. Dengan pelatihan dan alat yang tepat, OBI berharap keluarga-keluarga ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan keluar dari jerat kelaparan.
Maka dari itu, OBI mengajak Anda untuk berkontribusi dalam membantu empat keluarga ini. Karena setiap tindakan yang Anda ambil dapat membantu keluarga ini mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan mandiri. Mari bantu mereka berkembang, dan keluar dari jerat kelaparan dengan klik tombol di bawah ini!
© Copyright 2024
Obor Berkat