Sukses Bertani Nilam, Financial Petani Makalelon Mulai Bertumbuh

Sukses Bertani Nilam, Financial Petani Makalelon Mulai Bertumbuh

Bapak Harto Lalaki (50 tahun), seorang petani yang mengalami perubahan sejak bertani nilam dan cabai bersama kelompok tani Makalelon. Sebab awalnya Bapak Harto dikenal memiliki kebiasaan buruk, yaitu suka mabuk-mabukan dengan dalih menghilangkan beban pikiran.

Selama ini Bapak Harto tidak memiliki lahannya sendiri dan ia bekerja sebagai buruh tani upahan di lahan orang lain. Di mana penghasilannya tidak cukup untuk menghidupi keluarganya. Hal inilah yang membuat Bapak Harto seringkali dilanda stres dan mabuk-mabukan.

Sampai akhirnya ia menjadi salah satu penerima manfaat bantuan modal usaha pertanian (Hunger Relief) dari OBI. Bahkan ia ditunjuk sebagai ketua kelompok pertanian, melihat ia lebih berpengalaman dalam pertanian dibandingkan teman-teman lainnya.

Bantuan Modal Pertanian Membangkitkan Bapak Harto

Kemudian, kehidupan Bapak Harto perlahan berubah drastis; ia menjadi sangat bertanggung jawab dan fokus pada kelancaran pertanian. Sebagai ketua kelompok tani, Bapak Harto memimpin 5 keluarga untuk mengelola lahan dan menanam cabai.

Kelompok ini diberikan bantuan modal oleh OBI berupa bibit, alat pertanian, pupuk dan racun hama, serta izin pemanfaatan lahan yang tidak tergarap dari pemiliknya. Hasil panen cabai yang mereka peroleh pada Maret 2023 telah membawa dampak besar bagi keluarganya. Penghasilan yang ia terima dipakai untuk menambah kamar di rumah orang tuanya, membuat istri dan dua anaknya jadi lebih nyaman.

Kelompok Petani Makalelon Sukses Bertani Nilam

Setelah sukses dalam pertanian cabai, Bapak Harto dan kelompoknya semakin percaya diri. Sehingga pada April 2024, mereka memutuskan untuk mulai bertani Nilam. Karena melihat peluang dan potensi Nilam yang lebih baik di daerahnya.

Saat itu ia dan kelompoknya mulai menanam 5.000 batang nilam dan dilakukan dalam tiga periode. Seiring berjalannya waktu, pada pertengahan Oktober 2024, kelompok tani ini mulai memanen pucuk nilam dan menjualnya sebagai bibit, menghasilkan total penjualan 22.500 batang dengan pendapatan fantastis.

Tidak berhenti disitu, kerja sama kelompok menumbuhkan peluang baru untuk pertanian Nilam ini. Agar dapat menjangkau lebih banyak petani, kelompok tani ini juga menyediakan layanan Paket Tanam Jadi.

Di mana kelompok akan menanamkan bibit nilam di lahan milik petani lain yang berminat, lalu menyerahkan lahan tersebut kepada pemilik untuk dikelola hingga masa panen. Dengan Paket Tanam Jadi, petani yang tidak memiliki waktu atau tenaga untuk menanam sendiri tetap dapat memanfaatkan lahan mereka untuk usaha pertanian yang menguntungkan.

Harapan Bapak Harto

Berkat sukses dalam bertani Nilam, Pak Harto tidak hanya meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya tetapi juga membangun kepercayaan diri dan penerimaan dari masyarakat sekitar. “Saya sangat bersyukur atas bantuan modal yang diberikan Yayasan OBI. Melalui kelompok tani ini, saya merasakan tumbuhnya rasa percaya diri dan penerimaan masyarakat terhadap saya,” ungkapnya dengan penuh harap.

Bapak Harto dan kelompoknya berharap pucuk baru nilam akan tumbuh dalam beberapa bulan ke depan. Sehingga memberikan peluang untuk menjual daun kering atau bahkan mengolahnya menjadi minyak nilam yang lebih bernilai. 

Kini, Pak Harto tak hanya berjuang untuk keluarganya tetapi juga menjadi inspirasi bagi petani lain di sekitarnya, memperlihatkan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, masa depan yang lebih baik selalu dapat diraih.

Masih ada banyak petani yang OBI bantu untuk bangkit dari ketepurukan, nantikan kisah sukses mereka. Sembari menunggu, mari bergerak bersama OBI agar dapat membantu lebih banyak keluarga petani pra-sejahtera di Indonesia dengan klik link donasi di bawah ini!

Share berita baik ini yuk!