Mayoritas penduduk Desa Hilihoya, Nias, pada umumnya bergantung pada pekerjaan menyadap karet dari pohon yang mereka tanam di pekarangan belakang rumah. Setiap minggu, mereka mampu menghasilkan rata-rata 15 kg lateks yang dijual dengan harga Rp9.000 per kg.
Selain itu, beberapa warga juga mendapatkan penghasilan tambahan dari panen pinang, pisang, jagung, atau beternak ayam. Secara keseluruhan, penghasilan bulanan mereka berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.500.000.
Misi Obor Berkat Indonesia (OBI) untuk membantu masyarakat pra-sejahtera melalui pemberdayaan komunitas, OBI berupaya mendampingi masyarakat di wilayah tempat mereka melayani. Oleh karena itu, salah satu bentuk intervensi yang akan dilakukan OBI di Desa Hilihoya adalah memberikan modal usaha untuk budidaya kacang hijau. Tanaman ini dipilih karena cocok dengan iklim Nias, tahan terhadap curah hujan, dan memiliki siklus pertumbuhan yang singkat.
Pada tahap awal, OBI akan memberdayakan 5 keluarga di Desa Hilihoya melalui bantuan modal usaha pertanian untuk budidaya kacang hijau. Salah satunya adalah Filigawu Tafonao, seorang janda berusia 57 tahun, yang merawat adik iparnya yang mengalami disabilitas. Namun, hanya satu anggota keluarganya yang mampu bekerja. Penghasilan mereka selama ini sekitar Rp700.000 per bulan dari menyadap karet.
Selain itu, Sirina Lase, perempuan berusia 45 tahun, juga menerima bantuan. Keluarganya utamanya mengandalkan penghasilan dari menyadap karet, sementara suaminya bekerja sebagai kuli bangunan jika ada proyek yang tersedia. Dengan kombinasi pekerjaan tersebut, pendapatan keluarga mereka mencapai rata-rata Rp1.500.000 per bulan.
Di sisi lain, Yardina Tafonao, seorang janda berusia 43 tahun, mendapatkan penghasilan dari menyadap karet dan berkebun pisang. Hingga saat ini, dari kedua aktivitas tersebut, ia memperoleh sekitar Rp500.000 per bulan.

Sementara itu, Yudilia Lase, berusia 52 tahun, bersama suaminya memelihara 10 ekor ayam dan menanam jagung sebagai pakan ternak. Menariknya, mereka menjual ayam untuk mendapatkan penghasilan, sedangkan jagung digunakan sepenuhnya sebagai pakan. Dengan usaha ini, pendapatan bulanan keluarga mereka sekitar Rp1.500.000.

Terakhir, Nuraini Gulo, seorang ibu berusia 35 tahun, menanam padi terutama untuk konsumsi sendiri. Setelah kebutuhan keluarganya terpenuhi, sisa beras dijual, menghasilkan sekitar Rp1.000.000 per bulan.
OBI akan memberikan bantuan berupa benih untuk 20.000 lubang tanam, pupuk, dan pestisida senilai Rp6.416.000 per keluarga. Dengan masa tanam hingga panen sekitar 2-3 bulan, diperkirakan setiap keluarga akan mendapatkan keuntungan hingga Rp12 juta per siklus panen.
Selain itu, tim OBI juga akan mendampingi para petani dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usaha agar lebih berkelanjutan. Harapannya, para penerima manfaat ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan desa.
Mari bantu warga Hilihoya tingkatkan kesejahteraan dengan budidaya kacang hijau dan klik tombol di bawah ini untuk berdonasi. Donasi Anda berarti bagi mereka!
© Copyright 2024
Obor Berkat