Dan Durant, seorang pria berusia 26 tahun asal Stafford, Inggris, awalnya hanya menganggap remeh sariawan yang muncul di mulutnya. Ia mencoba mengobatinya sendiri tanpa merasa khawatir berlebihan. Namun, beberapa bulan kemudian, pada Agustus 2024, dokter mengonfirmasi bahwa luka yang awalnya terlihat seperti sariawan biasa itu ternyata adalah kanker mulut.
“Saat pertama melihatnya pada April, bentuknya seperti bercak abu-abu keputihan seukuran koin satu sen. Saya bahkan tidak terlalu memikirkannya karena tidak terasa mengganggu,” ungkap Dan, dikutip dari Daily Mail (16/10/2024). Kisah Dan menjadi pengingat bahwa gejala sederhana seperti sariawan tak boleh diabaikan begitu saja.
Kanker mulut terjadi ketika sel-sel di area mulut tumbuh secara abnormal dan tak terkendali, membentuk tumor. Tumor ini bisa berkembang di berbagai bagian, seperti lidah, gusi, bibir, langit-langit, atau dasar mulut. Karena gejalanya sering kali mirip dengan gangguan mulut ringan seperti sariawan, kanker mulut kerap terlambat dideteksi.
Baca Juga : Memahami Penderita Kanker Lambung dari Drakor Love Next Door
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker mulut antara lain:
Tanda-tanda awal kanker mulut sering menyerupai masalah umum lainnya. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan:
Diagnosis kanker mulut biasanya melibatkan pemeriksaan fisik dan beberapa tes tambahan seperti:
Jika terdiagnosis, pilihan pengobatan bisa berupa:
Untuk mengurangi risiko kanker mulut, beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil adalah:
Kisah Dan Durant mengajarkan kita bahwa gejala ringan seperti sariawan tidak boleh diabaikan. Jika mengalami gejala serupa atau luka di mulut yang tidak sembuh-sembuh, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Deteksi dini sangat berperan dalam meningkatkan peluang kesembuhan.
© Copyright 2024
Obor Berkat