Intoleransi laktosa adalah kondisi di mana tubuh kesulitan mencerna laktosa, gula alami yang terdapat dalam susu sapi. Akibat dari intoleransi laktosa ini adalah rasa mual, perut kembung, sakit perut bahkan bisa mengakibatkan diare. Kondisi ini cukup umum terjadi di Indonesia, menyebabkan banyak orang tidak bisa menikmati manfaat susu sapi. Nah, untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mulai memperkenalkan inovasi baru, yaitu susu ikan.
Susu ikan atau dikenal juga dengan istilah surikan adalah minuman serbuk yang meniru bentuk susu, sebagai hasil dari pemisahan hidrolisat protein ikan dari daging ikan. Produk ini menjadi bahan perbincangan di tengah kritik impor susu dan sapi perah untuk antisipasi lonjakan kebutuhan susu akibat program makan siang dan susu gratis yang diajukan dalam kampanye presiden yang lalu.
Inovasi didorong oleh keterbatasan stok susu sapi di Indonesia yang belum mampu memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi dan Susu Gratis yang akan dijalankan. Di mana program ini menargetkan 82,9 juta orang, termasuk anak-anak sekolah hingga ibu hamil.
Tahun lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM meluncurkan produk inovasi susu ikan. Ikan diolah menggunakan teknologi modern yang menghasilkan Hidrolisat Protein Ikan (HPI), bahan baku utama susu ikan. Produk ini diharapkan menjadi solusi nutrisi yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.
Susu ikan diklaim memiliki berbagai keunggulan, seperti :
Artikel lainnya : Laktosa Intoleransi: Gejala dan Penyebabnya?
Bagi penderita intoleransi laktosa, susu ikan bisa menjadi salah satu solusi jika ingin mengonsumsi susu. Karena inovasi susu ini tidak mengandung laktosa, orang yang menderita kondisi ini dapat tetap mendapatkan asupan protein dan nutrisi penting tanpa mengalami gangguan pencernaan. Selain itu, kandungan nutrisi susu ikan yang tinggi menjadikannya alternatif yang lebih sehat dan bergizi.
Namun, meski produk ini mengandung nutrisi tinggi, DR. dr. Tan Shot Yen, M. Hum, seorang ahli gizi masyarakat, tetap menekankan bahwa pentingnya mengonsumsi ikan segar langsung. Menurutnya, ikan segar memberikan manfaat lebih banyak bagi kesehatan. Jika ikan segar sulit didapatkan, telur dan unggas bisa jadi alternatif untuk asupan protein lainnya.
Kabar susu ikan menggantikan susu sapi untuk dibagikan masih menjadi pertimbangan serius akibat adanya pro dan kontra dari berbagai kalangan. Meskipun begitu pemerintah berharap dengan inovasi ini dapat jadi solusi yang efektif dalam memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat, terkhusus bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa.
© Copyright 2024
Obor Berkat