Pendidikan adalah pintu menuju masa depan yang lebih baik bagi setiap anak. Namun, berbeda dengan Muhammad Sidiq (20 tahun), yang harus putus sekolah dan mengubur mimpinya menjadi pemain sepak bola karena keterbatasan ekonomi.
Kisah perjuangan Sidiq dimulai ketika ibunya meninggalkannya. Ayahnya kemudian menikah lagi dan merantau ke Jakarta. Tinggal di kampung, Sidiq diasuh oleh nenek dari ibu sambungnya. Kesulitan hidup semakin memuncak ketika kondisi ekonomi memaksanya putus sekolah di kelas 2 SMP. Tanpa pilihan lain, Sidiq menyusul ayahnya ke Jakarta, berharap kehidupan yang lebih baik.
Namun, kehidupan di Jakarta tak lebih mudah. Meski akhirnya bekerja sebagai cleaning service, Sidiq tidak menyerah pada keinginannya untuk kembali bersekolah. Di sela-sela waktunya, ia terus mencari informasi tentang sekolah yang bisa menerima anak putus sekolah sepertinya, hingga akhirnya menemukan PKBM OBI Tanah Merah.
Berkat kebaikan Anda, Sidiq bisa melanjutkan pendidikan Paket B setara kelas 3 SMP di PKBM OBI Tanah Merah. Tidak hanya bebas biaya, bimbingan dan pengajaran dari para guru telah menempa Sidiq menjadi anak yang memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik.
“Sejak masuk sekolah OBI, banyak hal yang membuatku sadar dan kembali memiliki harapan akan masa depan yang pasti melalui pengajaran dikelas, kelas motivasi dan konseling.” statement Sidiq.
Kini, semangat Sidiq untuk belajar tak pernah surut. Setelah menamatkan pendidikan setara SMP, ia berencana melanjutkan ke SMK Teknik agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Sama seperti Sidiq, kami terus memperjuangkan masa depan anak-anak lain melalui program pendidikan ini. Terima kasih karena kebaikan hati Anda setiap anak bisa bersekolah dan mengejar mimpi-mimpi mereka.
© Copyright 2024
Obor Berkat