Dari Ketergantungan pada Tengkulak Menuju Komunitas Petani yang Mandiri 

Dari Ketergantungan pada Tengkulak Menuju Komunitas Petani yang Mandiri 

Komunitas petani di Desa Lae Hole, Sidikalang, Sumatera Utara harus berjuang demi menyambung hidup. Keterbatasan modal, cuaca dan harga pasar yang tak menentu sering membuat hasil pertanian merugi. Keadaan ini memaksa petani bergantung kepada tengkulak untuk pinjaman modal bertani.  

Namun Anda hadir untuk meringankan beban mereka. Pada bulan Maret 2024, Obor Berkat Indonesia telah memberikan bantuan modal bertani kol kepada sebanyak 10 keluarga petani di Desa Lae Hole, Sidikalang dalam bentuk bibit, kompos, pupuk, dan pestisida. Mereka juga mendapatkan pelatihan pembukuan keuangan dan pembuatan kompos sederhana bersama tim OBI. 

Pengalaman sebagai petani sayuran kol, membantu mereka bisa merawat tanaman kol ini dengan baik. Hingga akhirnya komunitas petani ini bisa memanen hasil di bulan Juli 2024 yang lalu. Bapak Arjon dan istrinya Bunga, adalah salah satu keluarga penerima manfaat yang telah menikmati hasil panen yang sangat memuaskan. Dari lahan seluas kurang lebih 2.400m² yang mereka tanami sayur kol, bapak Arjon dan ibu Bunga bisa memanen hasil mencapai Rp 20 juta, yang jauh melampaui target sebelumnya yaitu Rp 10 juta.

Sehari-harinya, bapak Arjon dan ibu Bunga memang menggantungkan hidup dari hasil pertanian. Penghasilan yang tidak menentu menjadi tantangan besar bagi mereka untuk membesarkan empat anaknya. Saat sedang tak punya uang, mereka akan memilih berhutang ke tengkulak untuk membeli bibit dan pupuk tanaman. Pinjaman ini biasanya akan dibayarkan bersama dengan bunga yang sudah ditentukan ketika sudah panen. Sehingga mereka seringkali terbebani hutang jika hasil panen gagal atau harga pasar sedang tidak baik. 

Melalui Mitra seperti Anda, harapan bapak Arjon untuk bisa menjadi petani mandiri akhirnya terwujud! Melalui hasil panen yang sangat baik ini, bapak Arjon dan ibu Bunga bisa melunasi hutang kepada tengkulak dan sebagian lainnya digunakan untuk modal berkebun sayur kol berikutnya. Sementara sisa keuntungan yang masih ada akan mereka pergunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak dan biaya kehidupan sehari-hari. 

Ibu Bunga bersyukur kini mereka tidak lagi perlu memikirkan beban utang untuk modal bertani berikutnya. Ia berterima kasih karena Anda telah memberi keluarganya harapan baru menuju kemandirian.  

“Puji Tuhan, kami sangat bersyukur bisa membayar hutang dan memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak juga. Kami akan kembali menanam sayur kol jika cuaca sudah baik. Terima kasih OBI sudah membantu kami.”  

Masih banyak petani yang membutuhkan dukungan seperti bapak Arjon dan ibu Bunga. Mari bersama kita berikan dukungan untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Share berita baik ini yuk!