Viral! Banyak ‘Bocil’ yang Jalani Cuci Darah

Viral! Banyak ‘Bocil’ yang Jalani Cuci Darah

Belakangan ini viral sebuah postingan di media sosial, yang mengatakan banyak anak-anak tengah menjalani cuci darah di rumah sakit dr Cipto Mangunkusumo. Sontak postingan ini mengundang rasa miris dan prihatin dari netizen.

Sumber: postingan @unmagnetism (https://x.com/unmagnetism)

Dilansir dari detikHealth, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan setidaknya 1 dari 5 anak Indonesia berusia 12-18 tahun berpotensi mengalami kerusakan ginjal. Penyebabnya adalah gaya hidup mereka yang kurang sehat.

Apa itu Cuci Darah?

Cuci darah atau hemodialisis adalah proses penyaringan darah untuk membuang racun, kelebihan cairan, dan elektrolit yang menumpuk akibat ginjal yang tidak berfungsi dengan baik. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin khusus yang disebut mesin dialisis.

Pada proses cuci darah, darah pasien terlebih dahulu dialirkan melalui tabung kecil ke mesin dialisis. Di dalam mesin, darah disaring melalui membran semipermeabel. Membran ini memungkinkan zat-zat kecil seperti racun dan air untuk melewatinya, sementara sel darah merah dan protein yang lebih besar tetap berada di dalam darah. Darah yang telah dibersihkan kemudian dikembalikan ke tubuh pasien melalui tabung lain.

Berapa Biaya Cuci Darah?

Biaya cuci darah bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti rumah sakit, lokasi, dan jenis asuransi yang dimiliki pasien. Secara umum, satu kali cuci darah bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 1.500.000 hingga Rp 2.500.000.

Cuci Darah Ditanggung oleh BPJS Kesehatan

Ya, cuci darah termasuk dalam layanan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun, pasien tetap harus membayar biaya tambahan, seperti biaya pendaftaran, pemeriksaan penunjang, dan obat-obatan.

Apa Penyebab Anak Bisa Cuci Darah?

Lantas apa yang menyebabkan anak-anak membutuhkan cuci darah? Penyebabnya adalah kerusakan fungsi ginjal. Hal ini dipicu dari kebiasaan dan pola hidup yang buruk.

Menuru dr Piprim, kerusakan ginjal ini terjadi karena :

  • Kurang konsumsi air putih
  • Pola makan yang buruk (terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman yang manis)
  • Jarang beraktivitas fisik
  • Pola tidur yang berantakan

Penting untuk dipahami, bahwa viralnya berita anak-anak cuci darah ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang tingginya angka penyakit ginjal pada anak-anak di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan ginjal dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, dan berolahraga secara teratur.

BACA JUGA :

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang cuci darah atau kesehatan ginjal pada anak, konsultasikan dengan dokter yang tepat.

Share berita baik ini yuk!