Waspada, Diabetes Melitus Pada Anak

Waspada, Diabetes Melitus Pada Anak

Mirisnya kasus Diabetes Melitus pada anak yang melonjak di Indonesia, menjadi perhatian Manteri Kesehatan sejak tahun lalu. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan, kasus diabetes pada anak di Indonesia meningkat pesat sebesar 700% dalam 10 tahun terakhir.

Dan pada tahun 2023, tercatat 2 per 100.000 anak di Indonesia menderita diabetes. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2000, di mana hanya terdapat 0,004 per 100.000 jiwa. Peningkatan ini pun tidak sejalan dengan prevalensi diabetes anak di negara maju yang justru menurun.

Apa Itu Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Kondisi ini juga sering disebut sebagai penyakit gula atau kencing manis. Insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas, berperan dalam mengatur kadar gula darah.

Diabetes Melitus Pada Anak

Diabetes Melitus (DM) tak hanya mengincar orang dewasa, namun juga dapat menyerang anak-anak. Diabetes pada anak umumnya terbagi menjadi dua tipe, yaitu :

  • Tipe 1 : Tubuh tidak memproduksi insulin secara cukup akibat kerusakan pada sel pankreas.
  • Tipe 2 : Tubuh resisten terhadap insulin atau insulin tidak berfungsi efektif.

Faktor risiko diabetes pada anak :

  • Genetik : Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes.
  • Obesitas : Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Pola makan tidak sehat : Konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan olahan.

Gejala diabetes pada anak :

  • Sering buang air kecil.
  • Sering haus dan minum banyak air.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Mudah lelah.
  • Pandangan kabur.
  • Luka yang lama sembuh.

Pentingnya diagnosis dan penanganan dini :

Diagnosis dan penanganan dini diabetes pada anak sangatlah penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan kebutaan.

Upaya pencegahan diabetes pada anak :

  • Menjaga pola makan: Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan porsi sesuai kebutuhan.
  • Meningkatkan aktivitas fisik: Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Mari bersama-sama jaga kesehatan anak dan cegah diabetes sejak dini. Orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah perlu bersinergi untuk meningkatkan edukasi, deteksi dini, dan tata laksana diabetes pada anak. Dengan upaya bersama, diharapkan tren diabetes anak di Indonesia dapat dikendalikan dan masa depan anak-anak terjamin.

Share berita baik ini yuk!