Waspada Henti Jantung, Sadari Penyebab dan Gejalanya!
Baru-baru ini, dunia bulu tangkis berduka atas meninggalnya atlet muda China, Zhang Zhi Jie, yang kolaps saat bertanding di Kejuaraan Bulutangkis Asia Junior 2024 di Yogyakarta. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya kolaps dan henti jantung saat berolahraga dengan intesitas tinggi.
Menurut berbagai sumber, Zhang Zhi Jie mengalami henti jantung mendadak saat bertanding. Meskipun tim medis dengan sigap memberikan pertolongan, ia tidak dapat diselamatkan. Kematian Zhang Zhi Jie menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan kolaps saat berolahraga.
PENYEBAB TERJADINYA KOLAPS
Kolaps atau pingsan saat berolahraga dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti :
- Gangguan jantung : Penyakit jantung koroner, aritmia jantung, dan kardiomiopati adalah beberapa contoh gangguan jantung yang dapat meningkatkan risiko kolaps.
- Dehidrasi dan hipoglikemia : Kehilangan cairan tubuh yang berlebihan dan kadar gula darah rendah dapat menyebabkan pusing, kelemahan, dan pingsan, terutama saat berolahraga dalam cuaca panas atau setelah makan.
- Tekanan darah rendah : Hipotensi dapat menyebabkan pusing, penglihatan kabur, dan pingsan, terutama saat berolahraga dalam cuaca panas atau setelah makan.
- Gangguan elektrolit : Ketidakseimbangan elektrolit seperti natrium dan kalium dapat mengganggu fungsi saraf dan otot, berpotensi menyebabkan pingsan.
- Penyebab neurologis: Gangguan otak tertentu, seperti epilepsi, dapat memicu kejang dan pingsan saat berolahraga.
GEJALA KOLAPS
Berikut beberapa gejala umum kolaps saat berolahraga :
- Pusing dan kepala ringan : Ini adalah tanda paling awal dan umum dari kolaps.
- Pandangan kabur : Penglihatan menjadi kabur atau bahkan hilang sesaat.
- Mual dan muntah : Rasa mual dan muntah bisa menyertai pusing dan kepala ringan.
- Berkeringat dingin : Keringat dingin yang berlebihan bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami stres.
- Sesak napas : Kesulitan bernapas bisa terjadi beberapa saat sebelum kolaps.
- Nyeri dada : Nyeri dada bisa menjadi tanda dari masalah jantung yang serius.
- Detak jantung tidak normal : Detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat bisa menjadi tanda dari aritmia jantung.
- Kejang : Pada beberapa kasus, kolaps dapat disertai dengan kejang.
CEGAH TERJADI KOLAPS SAAT OLAHRAGA
Kematian Zhang Zhi Jie menjadi pengingat bahwa kolaps saat berolahraga bisa menjadi tanda serius dari kondisi medis yang mendasarinya. Oleh karena itu, penting bagi para atlet dan individu yang berolahraga secara rutin untuk :
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala: Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko kolaps.
- Menjaga hidrasi: Minum air putih yang cukup sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk menghindari dehidrasi.
- Menjaga kadar gula darah: Bagi penderita diabetes, penting untuk mengontrol kadar gula darah dengan baik sebelum berolahraga.
- Menyadari tanda-tanda peringatan: Perhatikan tanda-tanda seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, dan kelelahan berlebihan saat berolahraga.
PERTOLONGAN PERTAMA
Bagi sebagian orang awam (bukan tenaga mendis) tentu akan panik jika hal yang serupa terjadi di hadapan mereka, maka dari itu berikut ini pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan jika melihat seseorang mengalami kolaps mendadak :
- Ketika ada seseorang yang mengalami kolaps mendadak di sekitar Anda, segera baringkan orang tersebut dengan benar di tempat yang datar.
- Kemudian cek nadinya, jika tidak normal, kemungkinan buruknya orang tersebut mengalami Henti Jantung atau Cardiac Arrest.
- Lalu hubungi 119 atau layanan kesehatan terdekat.
- Setelah itu, segera lakukan Kompresi dada hingga orang tersebut mulai sadar atau sampai tenaga medis tiba di lokasi.
Kejadian tragis Zhang Zhi Jie harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap bahaya kolaps saat berolahraga. Dengan memahami faktor-faktor penyebabnya dan langkah-langkah pencegahannya, kita dapat membantu menjaga keselamatan diri dan orang lain saat berolahraga.
Lidya Dwi
Share berita baik ini yuk!