Novita, seorang anak berusia 9 tahun yang lahir di keluarga yang sangat sederhana di Pematang Pao, Sumatera Utara. Ayahnya bekerja sebagai buruh sawit upahan dengan penghasilan yang tidak tentu, sementara ibunya membuka kedai kopi kecil di depan rumah mereka untuk menambah penghasilan.
Kondisi ekonomi keluarga Novita membuat mereka jarang berobat ke puskesmas atau ke rumah sakit jika penyakit yang diderita tidak parah. Biasanya keluarga ini mengandalkan obat-obatan warung saja
BACA JUGA : Terima Kasih, BAKSOS OBI Membuat Ibu Hermina Dapat Beraktivitas Normal Lagi
Beberapa waktu yang lalu, sudah seminggu Novita merasakan gatal-gatal dan bentol di kulitnya. Karena kesibukan orang tuanya dalam mencari uang, ia belum sempat dibawa berobat dan hanya minum air hangat dan beristirahat di rumah.
Sampai pada saat mereka mendengar informasi tentang pengobatan gratis OBI yang akan dilaksanakkan di komunitas Pematang Pao . Baksos Kesehatan OBI itu diadakan di GPdI El Shaddai, Pematang Pao yang akan dimulai pukul 9 pagi.
Pada Sabtu, 18 Mei 2024, Novita dan neneknya datang ke baksos tersebut. Dokter yang memeriksa Novita, mendiagnosis Novita dengan Dermatitis Kontak Alergi. Setelah diperiksa, Novita mendapatkan obat gratis berupa salep dan obat sirup sesuai dengan resep dokter. Kemudian Novita pulang dengan penuh rasa syukur.
Setelah dua hari rutin minum obat dan mengoleskan salep, rasa gatal dan bentol yang ada di kulit Novita mulai pulih. Hingga pada hari ketujuh, bekas bentolannya hilang sepenuhnya.
Keluarga Novita sangat bersukacita dan berterima kasih kepada OBI atas pelayanan pengobatan gratis ini. Mereka berharap pengobatan gratis ini bisa terus dilakukan untuk membantu keluarga prasejahtera seperti mereka.
© Copyright 2024
Obor Berkat