Pada tanggal 9 Maret lalu telah dilaksanakan Bakti Sosial Kesehatan gratis yang diadakan di Provinsi NTT. Salah satu daerah tempat pelaksanaan baksos kesehatan ini adalah daerah Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, NTT. Ada 110 warga setempat yang hadir untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis di baksos ini. Salah satunya adalah Ibu Esri Ruku.
Ibu Esri Ruku memiliki penyakit lambung yang sering kambuh sejak tahun 2018. Penyakit ini sering hilang timbul jika makan makanan yang memicu. Bertahun-tahun Ibu Esri harus bolak-balik ke Puskesmas untuk mengobati penyakit ini. Gejala yang sering muncul adalah nyeri kronik pada perut kuadran kiri atas.
Ibu Esri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengandalkan upah dari suaminya yang bekerja sebagai petani ladang. Selain bertani, suaminya juga memiliki keahlian menempa besi. Keahlian ini juga yang sering memberi mereka tambahan pendapatan keluarga. Lahan perkebunan yang dimiliki seluas 50×25 meter persegi ini ditanami jagung, ubi-ubian, kacang-kacangan dan labu sebagai persediaan makanan keluarga. Lahan ini ditanami setahun sekali mengingat daerahnya hanya memiliki 2 musim saja. Jika ditanam pada musim kemarau, tanaman tidak akan tumbuh subur. Namun sebaliknya tanaman akan tumbuh subuh dan menghasilkan banyak jika ditanam saat musim hujan tiba.
Disamping itu, mereka juga memiliki beberapa pohon kelapa yang dapat menghasilkan uang. Setiap 2 bulan sekali, buah kelapa yang sudah tua akan dipanen dan dijual ke pengepul. Setiap buah kelapa hanya dihargai dengan seribu rupiah saja. Uang yang diperoleh dari penjualan kelapa ini akan dipakai untuk tambahan pembelian kebutuhan keluarga.
Ibu Esri dikaruniai 6 orang anak semenjak menikah sampai sekarang yang terdiri dari 4 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Anak pertama dan kedua sudah berkeluarga dan yang lainnya masih tinggal bersama. Ibu Esri tinggal bersama dirumah semi permanen milik suaminya.
Di wilayah tempat mereka ini hanya ada puskesmas. Namun setiap kali berobat Ibu Esri hanya menerima obat seadanya, sehingga tidak memberikan kesembuhan sepenuhnya. Penyakit ini sering kambuh karena ia tidak diberi tahu tentang makanan yang seharusnya tidak boleh dimakan oleh penderita nyeri lambung.
Beberapa waktu sebelum BAKSOS dilaksanakan, Ibu Esri masih merasakan nyeri pada lambungnya. Sehingga ketika ia mendengar akan diadakan BAKSOS kesehatan oleh OBI, tanpa pikir panjang Ibu Esri langsung pergi mendaftarkan namanya. Karena ia sangat mengharapkan kesembuhan pada dari penyakit ini.
Saat diperiksa, dokter mendiagnosisnya dengan Dyspepsia dan Dislipidemia karena nilai yang tidak normal pada pemeriksaan kolesterol totalnya. Ia disarankan dokter untuk meminum obat secara teratur dan menghindari makanan-makanan pencetus penyakit lambung. Setelah 5 hari mengkonsumsi 3 jenis obat yang diberikan dokter, penyakitnyapun kian membaik. Ia merasakan tidak sakit lagi pada area tubuh yang sering sakit. Ia mengatakan bahwa masih terasa perih pada beberapa hari sebelumnya, namun kemarin dan hari ini sudah tidak terasa sakit lagi. Perlahan-lahan mulai menghilang sakit yang dirasakan.
Ia sangat senang dan bersukacita dengan kehadiran Yayasan OBI yang sudah membantunya. Uang yang biasanya ia gunakan untuk membeli obat bisa ia gunakan untuk kebutuhan lainnya. Ia sangat berterima kasih kepada Yayasan Obor Berkat Indonesia yang sudah mengadakan pengobatan gratis di desanya dan berharap agar kegiatan ini bisa dilakukan lagi di waktu yang akan datang.
© Copyright 2024
Obor Berkat