3 Penyakit Mental yang Disorot Drakor “Doctor Slump”

Drama korea sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, terutama kaum perempuan. Selain diperankan oleh aktor dan aktris yang gemilang, drama korea seringkali menyajikan alur cerita yang fresh dan relate dengan situasi masyarakat saat ini. Tidak hanya soal percintaan, drama korea juga sering mengangkat tentang ilmu politik, kriminal anak, bullying, dan kesehatan. Salah satu drakor yang sedang hits adalah Doctor Slump.

Doctor Slump, drakor yang menceritakan tentang 2 dua remaja yang dulunya saling bersaing, kemudian dipertemukan kembali dalam situasi yang berbeda. Salah satu yang disorot dalam drama ini adalah mengenai Mental Issue Awareness. Di mana dua karakter utama mengidap gangguan mental yang membuat mereka harus bertemu dengan Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ini 3 gangguan mental yang disoroti oleh drakor “Doctor Slump”.

3 Gangguan Mental yang Disorot

  • Burnout Syndrome : Sejak awal episode Nam Ha Neul (pemeran utama wanita) dihadapkan tumpukan pekerjaan dan tekanan yang tiada habisnya, sehingga membuatnya stress. Dilansir dari alodokter.com, burnout merupakan reaksi yang didapatkan dari stress kerja berkepanjangan atau kronis. Hal ini ditandai dengan kelelahan, sinisme (kurang identifikasi dengan pekerjaan), dan perasaan berkurangnya kemampuan profesional. Dalam jangka panjang, burnout bisa menyebabkan masalah gangguan mental yang lebih parah.
  • Depresi : Setelah Nam Ha Neul merasa ada yang tidak beres di dalam dirinya, ia menemui psikiater. Kemudian hasil pemeriksaan menunjukkan Nam Ha Neul menderita Depresi. Gangguann mental satu ini ditandai dengan kesedihan yang terus menerus, suasana hati yang tertekan, dan gejala lain yang menganggu kemampuan untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kasus Nam Ha Neul menderita sakit perut, nyeri dada dan membuatnya lemas yang tak tertahan.
  • PTSD (Post-traumatic Stress Disorder) : Yeo Jeong Woo (karakter utama pria) alami cobaan terberat dalam hidupnya. Ia bahkan tidak punya support system yang bisa membantunya. Cobaan yang ia dapatkan memberikan Yeo Jeong Woo pengalaman traumatis dan membuatnya mimpi buruk. Di kasus Yeu Jeong Woo mengalami sesak nafas serta serangan kecemasan ketika melihat pasien, darah atau pemicu traumanya. Gangguan stres pascatrauma (PTSD) adalah suatu kondisi kesehatan mental di mana orang mengalami berbagai gejala setelah terpapar peristiwa traumatis. Ini mungkin termasuk kilas balik, mimpi buruk, pikiran yang mengganggu, dan kecemasan.

Kedua karakter utama di drakor “Doctor Slump” ini sama-sama memiliki tekad untuk sembuh, sehingga mereka menemui tenaga ahli profesional atau psikiater untuk mendapatkan konseling. Hal ini juga yang membawa pesan moral kepada penonton, di mana setiap orang yang merasakan ada hal yang tidak beres di dalam dirinya harus segera menemui tenaga ahli profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Maka dari itu bagi Anda yang secara sadar tak sadar merasakan ada hal yang aneh di dalam dirinya atau mungkin membutuhkan pertolongan, seger hubungi psikolog terdekat!

Sumber : berbagai sumber

Share berita baik ini yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *