Aksi perundungan yang dilakukan sekelompok geng anak sekolah kembali terkuak. Menurut pengakuan dari keluarga korban, perundungan tersebut dilakukan sebagai bentuk ‘ospek’ terhadap anggota geng baru. Namun bentuk ‘ospek’ atau yang mereka sebut dengan pelatihan mental ini, malah menjadi sebuah penganiayaan sadis.
Tidak hanya diminta untuk menjadi seorang pesuruh, ‘calon anggota geng’ ini juga menerima berbagai bentuk kekerasan fisik yang disaksikan oleh anggota geng lainnya. Pasalnya salah satu pelaku bullying merupakan anak dari seorang publik figur yang dikenal sebagai orang yang sangat anti dengan tindak bullying. Tidak sedikit netizen mengomentari pola asuh yang dilakukan oleh publik figur ini. Lantas jika anak sudah bertindak sejauh ini, apakah orang tua dapat disalahkan?
Sebagian besar orang tua akan membebaskan anak-anaknya untuk bergaul dengan siapapun. Lalu apa yang orang tua harus lakukan untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali?
Memperhatikan lingkup pergaulan anak adalah hal yang penting, tetapi juga harus dilakukan dengan bijak agar anak tidak merasa terkekang atau tidak percaya pada orang tua. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membatasi pergaulan anak tanpa membuat mereka merasa terkekang :
Dilansir dari Kompas.com, bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Save the Children pada tahun 2020, sekitar 40 persen orang tua di Indonesia tidak mengetahui bahwa anak mereka menjadi pelaku bullying di sekolah1. Penelitian ini melibatkan 1.000 orang tua dan 1.000 anak usia 10-17 tahun di 10 kota besar di Indonesia. Maka dari itu, orang tua diminta untuk lebih peka terhadap perilaku anak.
Berikut ini adalah ciri-ciri anak yang memiliki kecenderungan sebagai pelaku bullying :
Perundungan di sekolah menjadi isu serius, terutama ketika dilakukan sebagai bentuk ‘ospek’ yang berujung pada penganiayaan. Orang tua memiliki peran penting dalam membatasi pergaulan anak tanpa menghambat kebebasan mereka. Komunikasi terbuka, kenalan dengan teman anak, dan pembatasan yang jelas diperlukan. Ciri-ciri pelaku perundungan juga perlu diperhatikan, termasuk sikap dan lingkungan keluarga. Orang tua perlu meningkatkan kesadaran terhadap perilaku anak, terutama terhadap tanda-tanda kecenderungan menjadi pelaku perundungan.
© Copyright 2024
Obor Berkat
Leave a Reply