Separation Anxiety : Ketakutan Berlebihan Saat Ditinggal Orang Terdekat
Apa itu Separation Anxiety?
Separation Anxiety atau Ansietas Perpisahan adalah kecemasan berlebihan yang dialami anak saat dipisahkan dari orang tua atau pengasuh utama mereka. Hal ini wajar terjadi pada anak usia dini, terutama di bawah usia 3 tahun. Namun, jika kecemasan ini terus berlanjut dan mengganggu aktivitas sehari-hari anak, maka dapat dikategorikan sebagai Separation Anxiety Disorder (SAD).
Gejala dan Penyebab dari Separation Anxiety
Contoh Gejala Separation Anxiety :
- Menangis dan tantrum saat akan berpisah dengan orang tua.
- Mengikuti orang tua ke mana-mana.
- Menolak pergi ke sekolah atau tempat lain.
- Mengalami mimpi buruk tentang berpisah dengan orang tua.
- Merasa cemas, takut, atau panik saat berpisah dengan orang tua.
- Mengalami gejala fisik seperti sakit perut, mual, atau pusing saat akan berpisah dengan orang tua.
Penyebab Separation Anxiety :
- Faktor genetik: Anak yang memiliki orang tua dengan riwayat SAD lebih berisiko mengalami SAD.
- Temperamen anak: Anak yang lebih sensitif atau pemalu lebih berisiko mengalami SAD.
- Pengalaman traumatis: Anak yang pernah mengalami pengalaman traumatis, seperti ditinggal oleh orang tua, lebih berisiko mengalami SAD.
- Pola asuh orang tua: Orang tua yang terlalu protektif atau overanxious dapat meningkatkan risiko SAD pada anak.
Penanganan dan Tips untuk orang tua.
Penanganan Separation Anxiety :
- Pendekatan bertahap: Bantu anak untuk terbiasa berpisah dengan orang tua secara bertahap. Latih dengan perpisahan singkat dan tingkatkan durasi secara perlahan.
- Komunikasi yang jelas: Jelaskan kepada anak ke mana Anda pergi dan kapan Anda akan kembali. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak.
- Berikan rasa aman: Yakinkan anak bahwa Anda akan selalu kembali dan bahwa mereka aman bersama orang lain.
- Buat rutinitas: Ciptakan rutinitas perpisahan yang konsisten untuk membantu anak memahami apa yang akan terjadi.
- Berikan pujian: Berikan pujian kepada anak saat mereka berhasil berpisah dengan Anda dengan tenang.
- Terapi: Jika SAD anak cukup parah, terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu anak belajar mengelola kecemasan mereka.
Tips untuk Orang Tua :
- Tetap tenang: Anak dapat merasakan kecemasan orang tua, jadi penting untuk tetap tenang saat berpisah dengan anak.
- Bersabar: Mengatasi separation anxiety membutuhkan waktu dan kesabaran. Jangan terburu-buru dan jangan menghukum anak karena kecemasan mereka.
- Cari bantuan profesional: Jika Anda merasa kewalahan dalam menangani SAD anak, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional dari psikolog atau psikiater.
- Penting untuk diingat bahwa Separation Anxiety adalah kondisi yang umum dan dapat diatasi. Dengan penanganan yang tepat, anak dapat belajar mengelola kecemasan mereka dan menjalani hidup yang normal dan bahagia.
Sumber :
Alodokter.com https://www.alodokter.com/separation-anxiety-disorder-rasa-cemas-saat-berpisah-dengan-orang-terdekat
Share berita baik ini yuk!