Pangeran merupakan anak yang paling kecil dari bu Getreda, seorang pedagang asongan di pelabuhan Bolok Kupang. Bu Getreda adalah satu-satunya tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal dunia. Mereka hidup bersama dua kakak Pangeran yang sedang bersekolah di kelas 2 SMA. Meskipun pendapatan bu Getreda hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia berusaha sebaik mungkin untuk mendukung kebutuhan ketiga anaknya.
Ditengah sulitnya perekonomian yang dialami bu Getreda, Pangeran sering sakit-sakitan. Setiap sembuh dari satu penyakit, ia sering kembali jatuh sakit. Pangeran bahkan mengalami demam selama dua hari dengan suhu tubuh yang mencapai 37°C. Sayangnya, keluarga Pangeran tidak memiliki BPJS, karena status BPJS mereka tidak aktif sejak kematian ayah Pangeran. Bu Getreda telah berusaha untuk memindahkan status ke Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi menghadapi kendala karena harus melunasi tunggakan yang belum mereka mampu bayar.
Dengan kondisi finansial yang terbatas, bu Getreda merasa putus asa, tidak tahu harus bagaimana lagi. Namun, harapan datang melalui kegiatan Baksos Kesehatan yang diselenggarakan oleh Organisasi Bantuan Indonesia (OBI) di gereja GMIT Betel Nitneo. Pada tanggal 3 September 2023, bu Getreda membawa anak-anaknya, termasuk Pangeran, untuk berobat.
Dalam kegiatan Baksos tersebut, Pangeran tidak hanya mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkannya, tetapi juga pelayanan doa. Bu Getreda merasa bersyukur dan sangat terharu, bahkan meneteskan air mata, karena selain mendapatkan perawatan medis, mereka juga diberkati dengan doa. Momen tersebut memberikan kekuatan dan dukungan yang sangat berarti bagi bu Getreda dan Pangeran. “Kami berterima kasih kepada OBI yang sudah mengadakan pengobatan gratis di gereja kami. Kami sangat berharap agar dilanjutkan lagi kegiatan seperti ini karena sangat membantu masyarakat seperti kami. Semoga OBI semakin memberkati dengan pelayanannya yang lebih baik lagi.” ungkap bu Getreda.
© Copyright 2024
Obor Berkat