Tangis Dan Kasih Ibu Di Operasi Hernia Nizam

Setelah berjam-jam menggendong anaknya yang kadang menangis karena haus atau lapar akibat harus puasa menjelang operasi, kini ibu Nizam sudah melepaskan anaknya itu dari pelukannya menuju meja operasi.

Beberapa jam sebelumnya, Nizam tak lepas dari pelukan sang ibu. Berdua, mereka menunggu giliran Nizam untuk masuk ke dalam ruang operasi. Dengan hati yang gelisah. Takut. Tidak tenang. Maklum, ini adalah pengalaman pertama mereka menghadapi operasi.

Nizam sudah tiga bulan ini menderita hernia. Penyakit hernia itu sangat mengkuatirkan bagi sang ibu, yang tidak tega melihat anaknya selalu menangis dan tidak bisa tidur nyenyak setiap kali rasa sakitnya kambuh. Ibunya tidak mau dan tidak tahan melihat anaknya menderita, apalagi jika harus menanggung penyakit itu sampai dewasa. Hanya saja, sang ibu yang memang berasal dari kelompok sosial-ekonomi menengah bawah ini, tidak punya uang untuk mengoperasi anaknya. Karena itulah, kesempatan operasi hernia gratis dari OBI dan PT Tempo Scan Pasifik, Tbk yang datang sebagai jawaban doanya, tidak dilewatkan begitu saja.

Operasi selama sekitar satu jam itu merupakan sebuah penantian yang tak mudah bagi sang ibu. Ia berjongkok di lantai rumah sakit, tak jauh dari ruang operasi, sambil menangis tanpa suara. Air matanya hanya jatuh satu-persatu, kadang menderas. Tidak peduli apa kata orang-orang yang lalu-lalang, atau pasien lain yang masih menunggu giliran operasi di dekatnya. Perasaannya kacau-balau.

Sampai akhirnya, Nizam dibawa keluar dari ruang operasi. Kabar sukacita pun sampai ke telinga sang ibu: operasi Nizam berjalan lancar dan sukses. Hernianya sudah diangkat. 3 Mei 2014 hari itu, ketika hari masih siang dan terang, akhirnya Nizam bebas dari hernia. Sang ibu mengusap air matanya dan menyambut anaknya. Dia siap untuk kembali mendampingi, menggendong, memeluk, menjaga anaknya, sampai anaknya sadar dari obat bius. Sampai anaknya pulih seutuhnya.

Begitulah. Di setiap operasi hernia untuk anak-anak, pasti akan ada para ibu yang menangis ketika menunggui proses operasi anaknya. Tapi tangis dan air mata mereka, sebenarnya adalah sebuah simbolisasi dari kasih sayang yang mendalam bagi anaknya. Kasih sayang seorang ibu yang tak ingin anaknya menderita atau sakit, yang ingin anaknya segera sembuh dari hernia. Sungguh tangis dan air mata itu adalah cerita, tentang kasih ibu yang tak terhingga kepada anaknya, sepanjang masa.

Share berita baik ini yuk!